Sejarah Masjidil Haram

Sejarah Ka’bah
Sesungguhnya rumah yang mula-mula di bangun untuk tempat ber-ibadah manusia ialah Baitullah yang di Makkah yang di-berkahi al- Imran, ayat 96.

Ka’bah adalah bangunan suci Muslimin yang terletak di kota Mekkah di dalam Masjidil Haram. ia merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah sholat bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib di kunjungi atau di ziarah pada saat musim haji dan umrah.

[Image: kabah-musyarafadoc_page_1.jpg]

[Image: 2536361441_09cdcec759_m.jpg]

Ka’bah berbentuk bangunan kuubus yang berukuran 12 x 10 x 15 meter (Lihat foto berangka Ka’bah). Ka’bah disebut juga dengan nama Baitullah atau Baitul Atiq (rumah tua) yang di bangun dan di pugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah. Kalau kita membaca Al-Quran surah Ibrahim ayat 37 yang berbunyi Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur, kalau kita membaca ayat di atas, kita bisa mengetahui bawah Kabah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim AS menempatkan istrinya Siti Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut. Jadi Kabah telah ada sebelum Nabi Ibrahim menapakan kakinya di Mekkah.

[Image: 615851182_02d10a8622_m.jpg]
Kabah dari Dalam

[Image: 1403480117_88178b4d3b_m.jpg]
Kelambu Kabah

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun, pada saat itu beliau belum di angkat menjadi rasul, bangunan ini di renovasi kembali akibat banjir yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali Hajar Aswad namun berkat hikmah Rasulullah perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa kekerasan, tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

[Image: d8b3d986d987-1365d987d8acd8b1d98a.jpg]
Banjir di Kabah tahun 1941

[Image: rare-picture-of-kaaba-during-1941-flood.jpg]
Banjir di Kabah tahun 1941

Pada zaman Jahiliyyah sebelum diangkatnya Rasullullah saw menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah, kabah penuh di kelilingi dengan patung patung yang merupakan Tuhan bangsa Arab padahal Nabi Ibrahim as yang merupakan nenek moyang bangsa Arab mengajarkan tidak boleh mempersekutukan Allah, tidak boleh menyembah Tuhan selain Allah yang Tunggal, tidak ada yang menyerupai-Nya dan tidak beranak dan di peranakkan. Setelah pembebasan kota Mekkah, Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung tanpa kekerasan dan tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Syaibah sebagai pemegang kuunci kabah (lihat foto kunci kabah) dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

[Image: 58685629_36c04750cd.jpg]
Kunci Ka’bah berada di museum Istambul

Hajar Aswad

Makam Ibrahim bukan kuburan Nabi Ibrahim sebagaimana banyak orang berpendapat. Makam Ibrahim merupakan bangunan kecil terletak di sebelah timur Kabah. Di dalam bangunan tersebut terdapat batu yang di turunkan oleh Allah dari surga bersama-sama dengan Hajar Aswad. Di atas batu itu Nabi Ibrahim berdiri di saat beliau membangun Kabah bersama sama puteranya Nabi Ismail. Dari zaman dahulu batu itu sangat terpelihara, dan sekarang ini sudah di tutup dengan kaca berbentuk kubah kecil. Bekas kedua tapak kaki Nabi Ibrahim yang panjangnya 27 cm, lebarnya 14 cm dan dalamnya 10 cm masih nampak dan jelas di lihat orang.

Pada zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS pondasi bangunan Kabah terdiri atas dua pintu dan letak pintunya terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Namun ketika Renovasi Kabah akibat bencana banjir pada saat Rasulullah saw berusia 30 tahun dan sebelum di angkat menjadi rasul, karena merenovasi kabah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan kabah di buat hanya satu pintu serta ada bagian kabah yang tidak di masukan ke dalam bangunan kabah yang di namakan Hijir Ismail (lihat foto) yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi kabah. Saat itu pintunya di buat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat di muliakan oleh bangsa Arab.

[Image: 2242728826_f0aac30f8b_m.jpg]
Pintu Kabah tahun 1941

[Image: 2296172602_0ff893dfbf_m.jpg]
Pintu Kabah (Sekarang)

[Image: 101795975_daf8846975_m.jpg]
rukuun yamani

[Image: 2241930469_0bdc91b249_m.jpg]
batu fondasi masjid haram

Rukuun Yamani

Karena agama islam masih baru dan baru saja di kenal, maka Nabi saw mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali kabah sehingga di tulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu kabah dan di buat dua pintunya serta di masukan Hijir Ismail kedalam Kabah, sebagaimana pondasi yang di bangun oleh Nabi Ibrahim. Jadi kalau begitu Hijir Ismail termasuk bagian dari Kabah. Makanya dalam bertawaf kita di haruskan mengelilingi Kabah dan Hijir Ismail. Hijir Ismail adalah tempat di mana Nabi Ismail as lahir dan di letakan di pangkuan ibunya Siti Hajar.

Ketika masa Abdurahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan Kabah di buat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam, terjadi kebakaran pada Kabah akibat tembakan pelontar (Manjaniq) yang di miliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Kabah berdasarkan bangunan hasil renovasi Rasulullah saw pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang di bangun Nabi Ibrahim

3 Comments Add yours

  1. mobil88 mengatakan:

    Tulisan Anda begitu inspiratif. Gambar yg cukup bagus, teruslah menulis…!!
    http://mobil88.wordpress.com

  2. drummerfan mengatakan:

    wah, saya bar tau kalo ka’bah pernah kebanjiran

    1. Rizki Sudrajat mengatakan:

      Sejarah memang gak diduga, Wallahu a’lam ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s