Kisah-Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.


Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.

Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
Suara Tak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
Kabut pun Ikut Membantu
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.
Selamat Dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).
Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

thanks to : nugum

Tak Perlu Panik ketika Anak Demam

Tak Perlu Panik ketika Anak Demam

JANGAN gegabah ketika anak tiba-tiba mengalami demam atau panas tinggi. Bisa jadi kejadian tersebut hanyalah respons normal yang berguna untuk membantu tubuh melawan infeksi yang menyerang, dan umumnya hal itu tidak membahayakan.

Siapa yang tidak panik dan khawatir saat mendapati si buah hati, terlebih masih balita, terkena panas atau demam tinggi. Anda biasanya langsung membawanya ke dokter terdekat untuk ditangani. Namun, jangan terlampau cemas. Patut diketahui bahwa pada usia 0-12 bulan, daya tahan tubuh anak memang masih rendah sehingga rentan sekali terkena infeksi penyebab demam.

“Anak atau cucu kena panas biasanya membuat orang tua atau neneknya ikut kebingungan. Dan, merupakan keluhan paling sering membuat orang tua langsung berobat ke rumah sakit,” kata Dr Mulya Rahma Karyanti SpA (K) dari Divisi Infeksi Departemen Ilmu Penyakit Anak FKUI/RSCM, Jakarta.

Tingginya suhu tubuh juga tak dapat dijadikan indikasi bahwa penyakit yang diderita anak semakin parah. Sebab, pada saat itu tubuhnya sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi tersebut. Penyebab demam, ada berbagai macam, di antaranya infeksi virus, bakteri, toksin, reaksi kekebalan tubuh, alergi, penyebab metabolik, dan tumor. Definisi demam adalah naiknya suhu tubuh dari suhu normal, yaitu 36 – 37,5 derajat Celsius. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh anak terhadap serangan bakteri dan virus. Karena itu, kondisi demam ini sering dikatakan sebagai gejala dari penyakit lain yang sesungguhnya, terutama yang dipicu karena infeksi bakteri.

Tubuh dapat melawan sendiri infeksinya jika suhunya naik. Itulah sebabnya, Anda tak perlu takut jika si kecil mengalami demam dan perilaku bayi atau balita tidak menunjukkan perubahan. Misalnya dia tetap aktif bermain serta mau makan dan minum. Cukup diberi banyak minum dan istirahat, biasanya demam dapat reda dengan sendirinya dalam satu sampai dua hari dan tak selalu butuh pengobatan. Anda perlu khawatir jika anak yang demam tampak sakit.

Misalnya cenderung lemas, muntah-muntah, dehidrasi, tidak mau makan, dan sangat rewel. Anda sebaiknya lebih waspada lagi jika anak mengalami gejala-gejala tertentu yang mencurigakan dan mengeluhkan sakit pada bagian tertentu tubuhnya. Itu sebabnya demam pada anak tidak bisa boleh dianggap sebagai suatu masalah yang sepele. Berbagai penyakit, baik yang ringan maupun yang berbahaya, ditandai dengan gejala naiknya suhu tubuh di atas normal ini.

Apalagi yang kerap terjadi mengiringi demam adalah kejang. Hal ini sungguh berbahaya karena demam tinggi yang berakibat kejang lebih dari 15 menit bisa berujung kerusakan otak permanen pada anak. Menurut Yanti, panggilan akrab Mulya, hal itu karena minimnya oksigen yang masuk ke dalam otak. “Yang tadinya anak sudah pintar, perkembangannya menjadi mundur sehingga membuat anak malah jadi lemot,” sebutnya. Kejang demam pada anak balita, biasanya diawali dengan faktor pencetusnya, seperti demam terlebih dahulu.

Dia menyebutkan, salah satu faktor risiko seorang anak terkena demam kejang adalah riwayat kejang dalam keluarganya. Namun, sekalipun seorang anak tidak mempunyai riwayat kejang demam, dia tetap mempunyai risiko terkena penyakit ini walaupun persentasenya kecil. Yanti memberikan cara penanganan praktis saat anak mengalami demam, terutama untuk anak dengan riwayat kejang demam.

Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan cara fisik. Fisik yang dimaksud adalah dengan melakukan kompres air hangat karena berhubungan dengan penguapan. Orangtua dulu sering melakukan kompres dengan air dingin, bahkan alkohol. Panas memang turun dengan cepat. Namun, input baliknya, otak akan menganggap suhu di luar tubuh dingin sehingga kemudian malah memerintahkan tubuh memproduksi panas lebih banyak.

Sebaliknya, kompres air hangat membantu penguapan dan keluarnya panas dari dalam tubuh. “Yang dikompres adalah daerah ketiak dan lipatan paha. Kerjakan selama 30 menit, biasanya akan membantu menurunkan panas,” sebutnya.

Hari Jadi Jakarta 22 Juni adalah sesat

wuiddiiih……. serem yak judulnya, banyak  perdebatana di kalangan sejarahwan kita, coba deh kita telaah dan cerna sisi positifnya aja.

1308762191228188946

Peta Kuno Batavia th. 1629.

Ridwan Saidi: HUT Jakarta 22 Juni adalah SESAT!

Itulah kira2 judul yang mengemuka dari diskusi sejarah siang tadi (22 Juni 2011) yang bertempat di Fadly Zon Library, Jl. Danau Limboto No.96 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Diskusi ini dihadiri oleh tiga pembicara: Batara Hutagalung (peneliti sejarah); JJ. Rizal (Pendiri Komunitas Bambu); dan tentunya Ridwan Saidi (budayawan Betawi) dengan moderator sang tuan rumah, Fadly Zon (tokoh pemuda).

Diskusi dengan tema “Kontroversi HUT Jakarta 22 Juni “ ini dihadiri limapuluhan orang dari berbagai kalangan dan tokoh nasional, ada Prof. Taufik Abdullah (sejarawan senior), Fuad Bawazier (tokoh politik), Hardi (seniman senior), Ahadi (mantan Menteri Koperasi kabinet Dwikora zaman Bung Karno), beberapa media massa cetak dan elektronik, serta para peserta lain dari kalangan akademisi, umum dan pekerja seni, sejarah dan budaya.

1308764324596202813

Ridwan Saidi

Acara dimulai pukul 13.30 wib. Suasana sudah mulai riuh dan penuh gelak tawa ketika Ridwan Saidi (RS) memulai diskusi. Gayanya yang berani, keras, dan lugas, plus “kocak” menyebabkan hadirin tertawa terbahak-bahak. Apalagi menggunakan bahasa Betawi Tengah tulen. RS bahkan sering menyelipkan data-data yang “nyeleneh” dan “kurang masuk akal” bagi sebagian besar peserta yang hadir, tentunya ini karena hal itu merupakan hal yang baru bagi mereka.

Sulit untuk diterima. Begitulah kira-kira kesan saya. Saya lantas berpikir, nggak aneh, karena itu ciri dari Abang Ridwan, panggilan saya ke beliau. Walau umurnya sudah lebih dari 69 tahun, RS sangat bersemangat soal yang satu ini. Yaitu soal HUT Jakarta 22 Juni ini yang harus di revolusi. Dengan keras beliau menyampaikan, bahwa HUT Jakarta 22 Juni adalah kesesatan, dan harus diubah. Jadi kapan seharusnya? Tanya saya. Jawab RS, adalah 3 September 1945 ketika Bung Karno menetapkan Jakarta sebagai Ibu Kota RI. Kelakar RSvyang disambut ketawa para hadirin.

Dalam pandangan saya, sejarah mengajarkan kita tentang menghargai perbedaan karena sejarah merupakan sesuatu yang tak pernah berujung. Sejarah tergantung pada cara kita menafsirkan fakta kemudian menjadikannya data. Cara penafsiran ini tergantung dari metodologi yang digunakan. Karena pada saat interpretasi, subjektivitas akan kental mewarnai para penulis sejarah. Sehingga historiografi akan berbeda pada akhirnya. Terus dan terus sejarah akan berubah seiring fakta dan data terbaru yang ditemukan, keengganan mengubah sejarah adalah karena kepentingan kekuasaan (politis).

Ini lah yang terjadi pada konteks sejarah Jakarta. Perdebatan sengit antara Prof. Husein Jayadiningrat dan Dr. Sukanto pada tahun 1953 soal hari jadi Jakarta, menghasilkan keputusan politis di DPRD bahwa 22 Juni ditetapkan sebagai hari lahir Jakarta. Keputusan itu telah menjadi sejarah, dan keputusan itu sah-sah saja jika memang harus diubah. Sama halnya seperti UUD 45 yang telah “diacak-acak” beberapa tahun lalu demi kepentingan pembangunan dan konteks jaman yang senantiasa berubah ini.

Kebenaran mutlak tidak pernah ada dalam kacamata sejarah. Itulah seharusnya yang kita pegang. Apa yang disampaikan Ridwan Saidi, Batara Hutagalung dan JJ Rizal adalah pandangan berbeda dari masing-masing tentang Kontroversi HUT Jakarta tersebut. Namun, memiliki benang merah, bahwa HUT Jakarta 22 Juni adalah tidak tepat, dan perlu direvisi. Perlu diteliti ulang kebenaran yang terbaru, berdasarkan sumber-sumber dan fakta-fakta lama yang ditemukan.

13087662601679643087

Pasukan Jayakarta menyerang Benteng VOC. JP. Coen lari ke Maluku. Lukisan 1618.

Dari diskusi, ada beberapa hal yang mencengangkan. Pertama, untuk apa 22 Juni dirayakan sebagai hari lahir Jakarta? Karena hari itu adalah hari penyerbuan yang memilukan bagi rakyat Sunda Pajajaran dan Portugis yang diusir dan dibumihanguskan oleh Fatahillah (bangsawan Sumatera, menantu Sultan Trenggono-raja Demak). Fatahillah, dikenal selama ini adalah pemimpin pasukan gabungan Demak, Cirebon dan Banten. Ada yang menarik, ternyata pendirian Kesultanan Cirebon dilakukan setelah Kota Jayakarta berdiri. Jadi berita yang mengatakan bahwa pasukan gabungan itu terdiri dari pasukan Cirebon itu juga tidak benar. Kan kesultanannya belum berdiri, pungkas Batara Hutagalung.

Kedua, soal etnis Betawi. Menurut RS, Betawi asal katanya bukan dari Batavia. Karena penduduk Betawi sudah ada sebelum Pasukan Fatahillah menyerang Pajajaran yang berkoalisi dengan Portugis pada 1522 itu. Betawi merupakan toponimi melayu, yang diambil dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di sekitar Tarumajaya, pinggiran Bekasi dekat Karawang. Candi Batujaya di Karawang, merupakan peninggalan Kerajaan Betawi sebelum abad Masehi. (Tuhkan, baru tahu, hehehe.. aneh gak coba?).

13087655331610753531

Penari di Batavia

Saya dengan penasaran menyanggah dan bertanya. Terus bagaimana dengan Suku Betawi sekarang? Karena secara bahasa misalnya, kemudian pakaian adat, perumahan, kesenian, mata pencaharian, dll., Kebudayaan Betawi saat ini banyak dipengaruhi unsur-unsur akulturasi budaya dari luar. Seperti “ane-ente, lu-gue,” gambang kromong, tanjidor, rebana burdah, marawis, keroncong, pakaian pengantin betawi, dll merupakan peninggalan berbagai macam etnis dan bangsa yang pernah meramaikan dan menetap di Batavia. Jawab RS dengab ringan, itukan kasus kemaren sore lu tarik masalahnye. :D hehehhee (buset dah)

RS bilang, bahwa Betawi adalah Melayu dan Islam bukan dibawa dan disebarkan oleh orang2 Gujarat, karena tidak ada jejak apapun yang ditinggalkan oleh mereka. Hanya satu kata dari bahasa Gujarat, yaitu kenduri (saya lupa tulisan aselinya). Islam di bawa dari Champa, terus ke Sumatera, terus ke Jawa. Dst.-dst.

Ada dua hal yang salah jika kita merayakan 22 Juni sebagai hari lahir Jakarta. Pertama, 22 Juni itu “ngarang” alias “ngibul” karena tidak ada faktanya. Kedua, jika momen yang diambil adalah penyerbuan Fatahillah, berarti kita merayakan pembunuhan massal yang dilakukan oleh Fatahillah dan pasukannya itu atas ribuan penduduk Kerajaan Sunda Pajajaran dan orang-orang Portugis. RS menegaskan, bahwa Betawi berarti penduduk Jauh sebelum Tarumanegara, sebelum abad ke-5. Walah, gimana cara menidentifikasinya ya? :D hehe

Nampaknya, Pemda DKI harus bekerja ekstra keras, karena sejarah hari lahir kotanya di gugat sebagian warganya. Batara Hutagalung mengusulkan, perlu dibentuk Dewan Sejarah Nasional untuk meneliti ulang dan merevisi secara mendalam tentang sejarah Jakarta, bahkan sejarah Nasional. Berbeda dengan JJ Rizal yang menegaskan bahwa sejarah Jakarta tidak kurang dan tidak lebih adalah keputusan Politis. Maka, menurut dia, harus direvisi dengan penelitian ulang sejarah dan keputusan politik pula.

Bagaimana menurut Anda? Punya usul? :D hehehhe

Pejompongan, 22 Juni 2011.

How to restart BB

CARA RESTART BLACKBERRY
Untuk mereset blackberry ada 3 jenis, Soft Reset, Double Soft Reset dan Hard Reset. Cara pertama udah gw coba tapi gak efek. Cara kedua juga sudah di tes tapi gak ngaruh juga. Cara ketiga sudah di oprek juga tapi masih tidak ada respon.

Akhirnya gw coba melakukan Reset ke Factory Setting yaitu Wipe Handheld. Caranya cukup mudah, nanti akan saya jelaskan dibawah ini.

Soft Reset
Cara ini kerap digunakan membersihkan log/ log cleaner atau mengurangi file yang kurang penting. Cara melakukannya mudah, yaitu dengan menekan tombol [Alt] + [Capslock Kanan] + [Delete]

Double Soft Reset
Double Soft Reset akan menghentikan semua aplikasi. Untuk melakukannya, pertama, lakukan soft reset hingga layar menjadi hitam, tekan [Alt] + [Capslock Kanan] + [Delete] kembali. Layar akan kosong sampai ikon jam pasir muncul. Tunggu hingga system sudah kembali normal.

Hard Reset
Lakukan Hard Reset jika terjadi masalah pada jaringan/network, software atau hardware. Reset jenis ini bisa dilakukan dengan mencabut batere selama 30 detik, kemudian pasang kembali baterenya. Nyalakan BlackBerry maka perangkat BlackBerry akan berjalan seperti saat awal digunakan.

Wipe Handheld
Jika masalahnya tidak bisa diatasi, anda bisa menggunakan tindakan Wipe. Wipe BlackBerry itu adalah Hard Reset, efeknya, perangkat seperti dibersihkan dan sistem diinstal ulang. Namun sebelumnya anda dianjurkan untuk membackup data terlebih dahulu kedalam komputer.

Setelah data terbackup, proses wipe dapat anda lakukan, dari menu Blackberry pilih Options, Security Options, General Setting, tekan tombol menu Blackberry dan pilih Wipe Handheld. Centangi opsi Include Third party Application untuk menghapus data-data aplikasi yang terinstal di BlakcBerry. Pilih Continue, lalu ketikan blackberry.

Saya sarankan agar batere anda dalam kondisi yang full karena Wipe Handheld ini memerlukan waktu proses yang cukup lama, terlebih lagi apabila anda menggunakan fitur proteksi data. Sekali melakukan Wipe, anda tidak bisa menghentikan dan membatalkannya.

Sejarah Kebayoran Baru (1950)

Foto Maret 1950 terlihat buldozer dan pekerja tengah membangun proyek kota satelit Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pembangunan dijadwalkan akhir 1948 saat Jakarta dikuasai Belanda yang datang membonceng pasukan sekutu. Kebayoran Baru yang kini diperkirakan berpenduduk lebih dari sejuta jiwa, ketika itu masih di penuhi pepohonan, belukar, dan rawa-rawa. Setahun kemudian (1949) lebih sepertiga wilayahnya sudah dibebaskan dan mulai dibangun jalan raya penghubung antara Kebayoran dengan Jakarta.

Pembangunan Kebayoran Baru dilaksanakan perusahaan Belanda Central Stichting Wederopbouw yang dikenal dengan sebutan CSW. Perusahaan ini didirikan Agustus 1948. Kantor CSW letaknya beberapa ratus meter sebelum Terminal Blok M dan berhadapan dengan kantor Kejaksaan Agung. Sampai kini kondektur bus masih menyebut nama demikian.

Pengarang FDJ Pangemanan dalam Tjerita Si Tjonat menggambarkan pada abad ke-19 dari Batavia (Jakarta Kota) ke Kebayoran, bila berangkat sore baru tiba malam hari. Tentu saja kala itu belum ada kendaraan hingga orang harus berjalan kaki. Kebayoran ketika itu merupakan tempat pelarian para penjahat dari Batavia.

Dibangunannya Kebayoran Baru merupakan upaya awal bagi Kota Jakarta untuk menyediakan fasilitas perkotaan terencana. Pada 1949, sepertiga wilayah yang sebagian besar milik warga Betawi sudah dibebaskan. Dan pada 1950, seperti terlihat di foto, mulai dibangun jalan raya yang menghubungkan Kebayoran Baru – Jakarta. Dengan hengkangnya Belanda dari bumi Indonesia, maka pembangunan kota satelit Kebayoran Baru ditangani Kementerian Pekerjaan Umum.

Pada akhir 1950, sekitar dua pertiga wilayah Kebayoran Baru sudah dibuka dan tiga ribu rumah sudah terbangun, 1.300 m2 jalan sudah siap dan 30 ribu saluran air sudah terpasang. Ketika itu baru delapan sekolah yang dibangun. Setahun kemudian (1951) sebanyak 3.365 rumah dibangun, selain rencana pembangunan vila-vila seluas 110 hektare, juga dibangun pertokoan dan gedung sekolah.

Pemekaran wilayah Kebayoran telah menghasilkan pusat pertumbuhan di selatan kota. Ketika Kebayoran Baru hendak dibangun (1948), penduduk Jakarta hanya 823 ribu jiwa. Pada 1960-an jalan-jalan ke Kebayoran Baru nikmat sekali. Tidak ada kemacetan, rumah dan vila-vila mungil merupakan pemandangan yang indah.

Sumber : alwishahab

dasar kabel jaringan

sambil iseng saya posting aja deh biar gak lupa, belajar kan gak ada batasan waktu yak …..

kita semua udah tau jaringan kabel, dimana diperlukan media berupa kabel untuk menghubungkan satu alat dengan perangkat yang lain agar dapat saling berkomunikasi baik itu dari PC ke PC, PC ke switch atau perangkat lainnya. Kabel  tuh kalo gak bener pasangnya pasti pengaruh sama jaringan kita, belom lagi konektor RJ45 yg cuma bisa sekali pake.. kalo gagal terus-terusan kan lumayan tuh.
pemasangan kabel sebenernya gampang-gampang susah, yuk kita coba mempelajari cara crimping kabel UTP dengan Konektor RJ45.

Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain :

1. Konektor RJ45

Ini Konektor yang akan menancap ke setiap perangkat yang akan dihubungkan, pemasangan harus mantap supaya komunikasi data juga bisa maksimal.

2. Kabel UTP

Ini kabel penghubung kita. Kabel UTP sebenernya ada beberapa kategori, biasanya yang dipake untuk LAN itu cat 5 dan 6.

3. Crimping Tool

Perangkat penting juga nih, digunakan untuk memasang kabel UTP ke konektor.

4. Kabel Tester

Untuk memastikan kabel yang sudah dibuat bisa digunakan, bisa menggunakan alat ini.

Oke , barang-barang sudah siap… mari kita mulai crimping..

kupas kulit kabel luar secukupnya, sisakan sekitar 2cm. gambar dismping ini nih

  • Ada 2 tipe crimping kabel (yg gwe tau) yaitu CROSSOVER dan STRAIGHT. baca yang lengkap artikel ini, biar tau bedanya hehehe..
  • Urutkan kabel sesuai jenis kabel yang akan dibuat (cross atau straight) ratakan bagian depan sebelum di masukan kedalam konektor.
  • Masukan kabel kedalam konektor RJ45 dengan posisi konektor menghadap ke atas (pengait konektor diposisi bawah) dan posisi pin no 1 di paling kiri.
  • kencangkan jepitan konektor pada kabel dengan menggunakan crimping tool. sampai bunyi klik.
  • test kabel yang baru dibuat dengan menggunakan kabel tester.

APA itu CROSSOVER ?

APA itu STRAIGHT ?

Begini ceritanya…

Dari 8 kabel (4 pair) kabel UTP, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2 untuk TX, dan pin nomor 3-6 untuk RX. sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transmit dan receive data.

Standar 568 A memiliki kode warna kabel :

1. putih hijau
2. hijau
3. putih oranye
4. biru
5. putih biru
6. oranye
7. putih coklat
8. coklat

Standar 568 B memiliki kode warna kabel :


1. putih oranye
2. oranye
3. putih hijau
4. biru
5. putih biru
6. hijau
7. putih coklat
8. coklat

(kabel diurut dari sebelah kiri, gagang pengait konektor ada dibawah)

Nah, kalo udah gini jelaskan… apa yang disebut kabel straight dan apapula yang dibilang kabel cross….

STRAIGHT : kondisi dimana kedua ujung kabel memiliki urutan warna yang sama (A-A atau B-B). Biasanya dipakai dari switch ke PC.

CROSSOVER : kondisi dimana kedua ujung kabel memiliki urutan berbeda (A-B atau B-A). Biasanya dipakai dari PC ke PC.

Islamnya Napoleon Bonaparte

Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769.  Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.

Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Perancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.

Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.

Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.

Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen?

berikut penuturannya sendiri yang pernah di muat di majalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.

“I read The Bible; Moses was  an able man, The Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than The story of Lot and his daughters ?”

The science which proves to us that The earth is not The centre of The celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops The sun ! One shall see The stars falling into The sea… I say that of all The suns and planets,…”

“Saya membaca Bible;  Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Luth beserta kedua puterinya?” (Lihat Kejadian 19:30-38)

“Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13).  Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut…. saya katakan, semua matahari dan planet-planet ….”
yang di bold merah tidak logis kan?

Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :
“Religions are always based on miracles, on such thiings than nobody listens to like Trinity. Jesus called himself  The son of God and he was a descendant of David. I prefer The religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; The turks also call us idolaters.”

“Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat di dalam agama kita (Kristen);  Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.”

Selanjutnya :
“Surely, I have told you on different ocations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Moslem and I glorify The  prophet Muhammad and that I love The Moslems.”

“Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda di setiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.”

Akhirnya ia berkata :
“In The  name of God The Merciful, The Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner.”

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping.”

Napoleon Bonaparte mengagumi Al-Quran setelah membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab (Injil). Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggulan Al-Quran daripada Alkitab (Injil), juga semua cerita yang melatar belakang

Kehebatan Pasukan Kavaleri Islam

Tentara Islam di kenal memiliki pasukan berkuda yang sangat hebat. Di era kejayaan Islam, kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda dan memanah. Sejarah peradaban Islam mencatat, kehebatan pasukan berkuda Islam telah menjadi kunci kemenangan dalam berbagai pertempuran penting.

Pasukan berkuda biasa disebut kavaleri, yang berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis chevalier yang berarti “pasukan berkuda”. Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk Islamic Technology: An Illustrated History, mengungkapkan, sebelum Islam berkembang, peradaban lain, seperti Bizantium telah memiliki pasukan kavaleri yang tangguh.

Menurut al-Hassan, pada abad pertama Hijriah (ke-7 M) kavaleri telah menjadi kekuuatan utama militer Bizantium. Pasukan kavaleri yang tangguh juga telah dimiliki bangsa Persia, jauh sebelum Islam berkembang. Ksatria berkuda Iran, Asawira , tutur al-Hassan, merupakan pasukan yang mampu menurunkan kekuatan kavaleri yang lebih besar ke medan perang daripada bangsa Arab.

“Karena pada masa awal perkembangan Islam, jumlah pasukan berkuda dalam ketentaraan masih sedikit, khususnya sebelum penaklukan Makkah,” papar al-Hassan dan Hill. Tioe medan yang datar dan terbuka, ungkap al-Hassan, sangat cocok untuk kavaleri. Namun, bangsa-bangsa Arab, menghindari medan perang seperti itu.

Menurut al-Hassan, militer Islam mulai membentuk pasukan berkuda atau kavaleri pada zaman Khilafah Rasyidah. Adalah Khalifah Umar bin Khattab berkuasa pada tahun 31-41 H) yang berupaya untuk mengumpulkan kuda bagi tujuan milter dari berbagai daerah. “Hasilnya, terdapat sekitar 4.ooo ekor kuda di kufah. Setelah itu, sedikit demi sedikit strategi kemiliteran Islam berubah, ” ungkap al-Hassan.

Pada awalnya, pasukan kavaleri Islam tak terlalu dominan. berbekal tombak dan pedang, pasukan tentara berkuda Islam memaikan peranan penting untuk menyerang panggul dan pantat musuh. Perlahan namun pasti, kekuatan kavaleri yang di miliki militer Muslim semakin bertambah besar dan kuat. Pasukan kavaleri tercatat menjadi kunci kemenangan tentara Islam dalam perang Yarmuk.

Pertempuran Yarmuk merupakan perang antara tentara Muslim dengan Kekaisaran Romawi Timur pada 636 M. Sejumlah sejarawan menyatakan, Perang Yarmuk sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.

Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, khalifah Rasyidah kedua. Pertempuran ini terjadi empat tahun setelah Nabi Muhammad meninggal pada 632.

Ketika ‘Amr bin Al-’Ash menaklukan Mesir pada tahun 37-39 H/ 658-660 M, komposisi kekuatannya militer Islam telah berubah dari infanteri menjadi pasukan berkuda. Kehebatan pasukan kavaleri Muslim, sekali lagi terbukti dalam Pertempuran Sungai Talas pada 751 M antara Kekhalifahan Rasyidah dengan Dinasti Tang dari Cina, bermodalkan pasukan kavaleri yang tangguh tentara Muslim berhasil meraih kemenangan.

Kemenangan itu membuat Islam menguasai wilayah Asia Tengah dan mulai menyebar luas di negeri Tirai Bambu itu. Pasukan kavaleri Islam juga kerap mendapat bantuan dri pasukan lain, misalnya ketika pasukan berkuda Iran, Asawira bergabung dengan pasukan Islam dalam penaklukan Khuzistan di bawah pimpinan Abu Mussa pada tahun 17-21 H/638-642 M.

“Ini hanya salah satu contoh dramatik penyatuan pasukan non-Arab ke dalam angkatan bersenjata Muslim,” kata Al-Hassan dan Hill. Kala itu, pasukan Islam juga merekrut orang-orang Khurasan, Barbar dan Turki. Mereka tetap membawa gaya bertempur dan berkuda khas masing-masing. Sehiingga tak bisa dipaparkan satu gaya khas kavaleri dalam satu pertempuran.

Kekuatan pasukan kavaleri Islam kian bertambah kuuat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 M dan ke-13 M), periode kritis dalam sejarah Islam. Mamluk atau Mameluk berarti tentara budak yang telah memeluk Islam. Mereka berdinas untuk ke khalifahan Islam dan Kesultanan Ayyubiyah pada abad pertengahan.

Mereka akhirnya menjadi tentara yang paliing berkuasa dan juga pernah mendirikan Kesultanan Mamluk di Mesir. Pasukan Mamluk pertama dikerahkan pada zaman Abbasiyyah pada abad ke-9 M. Kala itu, Bani Abbasiyyah merekrut tentara-tentara ini dari kawasan Kaukasus dan Laut Hitam dan mereka ini pada mulanya bukanlah orang Islam.

Menurut al-Hassan, setelah memeluk Islam, seorang Mamluk akan dilatih berkuda. Mereka harus mematuhi Furisiyyah, sebuah aturan perilaku yang memasukkan nilai-nilai seperti keberanian dan kemurahan hati dan juga doktrin mengenai taktik perang berkuda, kemahiran menunggang kuda, kemahiran memanah dan juga kemahiran merawat luka dan cedera.

Saat itu, pasukan berkuda tersebut juga dilatih menggunakan sejumlah senjata. Senjata pasukan berkuda (faris) Mamluk terdiri dari pedang, tombak, panah, perisai dan tongkat kebesaran. Tongkat kebesaran terbuat dari besi atau baja dengan ujungnya berbentuk kubus, diletakkan di bawah sanggurdi, sementara tombak di pegang dengan satu atau kedua tangan, bukan “diluncurkan” atau direndahkan untuk menyerang seperti halnya di barat, tetapi di gunakan untuk berkelahi di atas kuda,” jelas Al-Hassan dan Hill.

Faris Mamluk ini melakuukan latihan di Tiqab (tunggal:tabaqqa), yakni nama yang diberikan untuk barak-barak di benteng Kairo yang dijadikan akademi militer. Pelatihan ini dimulai ketika pasukan Mamluk mencapai Puncak kejayaannya. Latihan dilakuukan secara komprehensif dan dengan disiplin yang ketat. Bahkan, kala itu mereka tak takuut mengeluarkan biaya pendidikan kemahiran berkuda hingga seorang prajurit mampu untuk menunggang kuda tanpa pelana maupun dengan pelana, lari meligas, mengderap dan mencongklang, mendatar ataupun melompat. “Dia (faris-red) juga harus mengetahui cara merawat kuda ketika sakit,” kata Al-Hassan dan Hill.

Selain itu, pasukan berkuda yang mengikuuti latihan berkuda, harus bisa menggunakan kuda sambil memanah dan menggunakan tombak. Saat itu, seorang faris harus mampu menyerang target dari berbagai sudut dan pada kecepatan berbeda-beda menggunakan kedua senjata itu. Pasukan Mamluk juga sangat terlatih untuk menggunakan pedang dengan cara yang sama. Metode-metode ini teruji keberhasilannya dengan kemenangan Mamluk atas pasukan Perang Salib dan mongol.

Kehebatan pasukan berkuda Islam juga terlihat saat pasukan Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Muhammad al-Fath merebut Konstatinopel pada abad 14 M. Mereka sebelumnya harus berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal dihadang oleh armada Romawi Byzantium di sepanjang pantai), setelah itu naik kuda untuk mengobrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubi-tubi.  Begitulah, kisah kejayaan pasukan berkuda tentara Muslim.

Berkuda dalam Islam

Dalam salah satu hadis riwayat Imam Bukhari RA, Nabi Muhammad SAW, menganjurkan para sahabatnya termasuk seluruh umat Islam yang mengikuuti sunnahnya, agar mampu menguasai bidang-bidang olah raga, terutama berkuda, berenang, dan memanah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menguasai olahraga berkuda, memanah, dan berenang, karena terinspirasi peperangan Romawi-Persia, yang notabene hanya mengandalkan kekuatan otot perorangan belaka.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW berpikir lebih maju, ia berfikir bahwa peperangan Romawi-Persia kurang dimbangi kecerdasan otak yang membentuk kerja sama tim. Ketiga olahraga yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW ini mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Olahraga ini memerlukan kekuatan fisik dan intelektualitas yang tinggi.

Dalam Alquran surat Al-Aadiyaat ayat 1-4

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.